Jurusan Geografi Melaksanakan Kelas Tambahan dengan Tema Kota dan Perkembangannya

         Kelas tambahan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas mahasiswa untuk memahami teori dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Kelas Tambahan ini dilaksanakan oleh salah satu dosen Jurusan Geografi Fakultas  Ilmu dan Teknologi Kebumian, yaitu Fitriani. Dengan menghadirkan pemateri yang merupakan salah satu mahasiswa dari Transportation and Urban Engineering Yokohama National University Jepang, Dengan berbagai projek tata ruang telah dilaksanakan diberbagai daerah di Indonesia diantaranya, Papua, Sulawesi Selatan, Ambon, Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Manado, Bintun, Tomohon dan beberapa daerah lainnya.
      Kota selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, baik itu perubahannya cepat ataupun lambat. Ada saja permasalahan yang muncul pada kota. Baik kota itu mengalami permasalahan yang sama ataupun permasalahan berbeda. Permasalahan yang sama namun memiliki proses penanganan yang berbeda. Ujar Fitriani
       Kegiatan ini berlangsung melalui aplikasi zoom meeting yang memudahkan terkoneksi secara online antara Kota Kendari dengan Negara Jepang. Dalam penjelasanya, Terdapat  perbedaan regional Plant in Japan dan di Indonesia. Pada Jepang memulai perencanaannya melalui Kawasan Industri sedangkan Indonesia memulainya dengan meanfaat potensi pertanian, sehingga terdapat perbedaan. Di Jepang tidak terdapat batas yang tegas antara desa dan kota. Sedangkan di indonesia terdapat batas yang tegas antara kota dan desa. Ujar Irwan 
       Selain itu pada materi yang disampaian terdapat beberapa permasalahan perkotaan di Jepang yaitu Akiya atau Oshimaland yaitu permukiman yang kosong ditinggal pemiliknya dan menjadi tidak terurus, adanya Shrinking city/rural area yaitu banyaknya kota kecil atau kawasan perdesaan yang penduduknya menyusut atau bahkan sudah tidak berpenghuni, fasilitas publik yang tidak digunakan secara maksimal, sebagai contoh banyaknya sekolah yang ditutup karena tidak memiliki cukup murid, terjadi depopulasi, dan bertambahnya populasi orang tua yang menjadi beban keuangan bagi negara.
         Kelas tambahan ini diikuti oleh mahasiswa dengan harapan dapat memberikan tambahan informasi sehingga menjadi pengetahuan baru kita bersama. Berbagi ilmu tidak akan berkurang, namun manfaat yang akan dirasakan.         Kelas tambahan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas mahasiswa untuk memahami teori dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Kelas Tambahan ini dilaksanakan oleh salah satu dosen Jurusan Geografi Fakultas  Ilmu dan Teknologi Kebumian, yaitu Fitriani. Dengan menghadirkan pemateri yang merupakan salah satu mahasiswa dari Transportation and Urban Engineering Yokohama National University Jepang, Dengan berbagai projek tata ruang telah dilaksanakan diberbagai daerah di Indonesia diantaranya, Papua, Sulawesi Selatan, Ambon, Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Manado, Bintun, Tomohon dan beberapa daerah lainnya.
      Kota selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, baik itu perubahannya cepat ataupun lambat. Ada saja permasalahan yang muncul pada kota. Baik kota itu mengalami permasalahan yang sama ataupun permasalahan berbeda. Permasalahan yang sama namun memiliki proses penanganan yang berbeda. Ujar Fitriani
       Kegiatan ini berlangsung melalui aplikasi zoom meeting yang memudahkan terkoneksi secara online antara Kota Kendari dengan Negara Jepang. Dalam penjelasanya, Terdapat  perbedaan regional Plant in Japan dan di Indonesia. Pada Jepang memulai perencanaannya melalui Kawasan Industri sedangkan Indonesia memulainya dengan meanfaat potensi pertanian, sehingga terdapat perbedaan. Di Jepang tidak terdapat batas yang tegas antara desa dan kota. Sedangkan di indonesia terdapat batas yang tegas antara kota dan desa. Ujar Irwan 
       Selain itu pada materi yang disampaian terdapat beberapa permasalahan perkotaan di Jepang yaitu Akiya atau Oshimaland yaitu permukiman yang kosong ditinggal pemiliknya dan menjadi tidak terurus, adanya Shrinking city/rural area yaitu banyaknya kota kecil atau kawasan perdesaan yang penduduknya menyusut atau bahkan sudah tidak berpenghuni, fasilitas publik yang tidak digunakan secara maksimal, sebagai contoh banyaknya sekolah yang ditutup karena tidak memiliki cukup murid, terjadi depopulasi, dan bertambahnya populasi orang tua yang menjadi beban keuangan bagi negara.
         Kelas tambahan ini diikuti oleh mahasiswa dengan harapan dapat memberikan tambahan informasi sehingga menjadi pengetahuan baru kita bersama. Berbagi ilmu tidak akan berkurang, namun manfaat yang akan dirasakan.         Kelas tambahan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas mahasiswa untuk memahami teori dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Kelas Tambahan ini dilaksanakan oleh salah satu dosen Jurusan Geografi Fakultas  Ilmu dan Teknologi Kebumian, yaitu Fitriani. Dengan menghadirkan pemateri yang merupakan salah satu mahasiswa dari Transportation and Urban Engineering Yokohama National University Jepang, Dengan berbagai projek tata ruang telah dilaksanakan diberbagai daerah di Indonesia diantaranya, Papua, Sulawesi Selatan, Ambon, Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Manado, Bintun, Tomohon dan beberapa daerah lainnya.
      Kota selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, baik itu perubahannya cepat ataupun lambat. Ada saja permasalahan yang muncul pada kota. Baik kota itu mengalami permasalahan yang sama ataupun permasalahan berbeda. Permasalahan yang sama namun memiliki proses penanganan yang berbeda. Ujar Fitriani
       Kegiatan ini berlangsung melalui aplikasi zoom meeting yang memudahkan terkoneksi secara online antara Kota Kendari dengan Negara Jepang. Dalam penjelasanya, Terdapat  perbedaan regional Plant in Japan dan di Indonesia. Pada Jepang memulai perencanaannya melalui Kawasan Industri sedangkan Indonesia memulainya dengan meanfaat potensi pertanian, sehingga terdapat perbedaan. Di Jepang tidak terdapat batas yang tegas antara desa dan kota. Sedangkan di indonesia terdapat batas yang tegas antara kota dan desa. Ujar Irwan 
       Selain itu pada materi yang disampaian terdapat beberapa permasalahan perkotaan di Jepang yaitu Akiya atau Oshimaland yaitu permukiman yang kosong ditinggal pemiliknya dan menjadi tidak terurus, adanya Shrinking city/rural area yaitu banyaknya kota kecil atau kawasan perdesaan yang penduduknya menyusut atau bahkan sudah tidak berpenghuni, fasilitas publik yang tidak digunakan secara maksimal, sebagai contoh banyaknya sekolah yang ditutup karena tidak memiliki cukup murid, terjadi depopulasi, dan bertambahnya populasi orang tua yang menjadi beban keuangan bagi negara.
         Kelas tambahan ini diikuti oleh mahasiswa dengan harapan dapat memberikan tambahan informasi sehingga menjadi pengetahuan baru kita bersama. Berbagi ilmu tidak akan berkurang, namun manfaat yang akan dirasakan.

Mahasiswa Geografi UHO Ujian Skripsi via Online

Mahasiswa Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan ujian skripsi menggunakan metode online.

Bukan hanya itu saja, mereka juga diyudisium langsung setelah selesai melangsungkan ujian tingkat akhir itu.

Ketua Jurusan Geografi UHO, Fitra Saleh mengatakan langkah ini penting dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yaitu melakukan social distancing atau pembatasan sosial dengan melakukan ujian skripsi secara online.

Baca “Mahasiswa Geografi UHO Ujian Skripsi Via Online”